Kesenian Khas Wonosobo

Tari Kuda Kepang

Hasil gambar untuk tari kuda kepang wonosobo

Dibawakan oleh 7 penari, 1 penari sebagai pemimpin ( plandang ) dan 6 penari sebagai prajurit pengikut. Tari ini mengamal legenda Raden Panji Asmara Bangun yang sedang mencari kekasihnya yang bernama Sekartaji.

2. Kesenian Lengger

Hasil gambar untuk lengger wonosobo

Berasal dari kata “Le” panggilan untuk anak laki-laki dan “ger” membuat geger atau ramai. Karena memang awalnya tarian lengger dibawakan oleh seorang anak laki-laki yang dirias seperti wanita. Mengawali Tarian Lengger biasanya dimulai dengan :
–          Tarian Gameyong : Tarian ucapan selamat dating
–          Tarian Sulasih : Tarian mengundang roh bidadari
–          Tarian Kinayakan : Tarian yang dibawakan dengan perasaan halus
–          Tarian Bribil : menggambarkan rasa terimakasih
–          Tarian Samiran : menggambarkan wanita yang bersolek karena rasa rindu
–          Tarian Rangu-rangu : Pada tarian ini biasanya penari kemasukan roh jahat
–          Tari Kebo Giro : Tarian ini bersifat ganas dan kasar
–          Tari Kembang Jeruk : Menggambarkan penari kemasukan roh mirip kera
–          Tarian Gonos : Tarian ini bersifat lucu 

3. Tari Angguk

Tarian ini dinamakan angguk karena gerakannya yang mengangguk-angguk. Dengan kostum Wayang orang dan lagu bernafaskan Islam. 

4. Tari Cepetan

Hasil gambar untuk tari cepetan wonosobo

Dinamakan tari cepetan karena wajah para penarinya di corang – coreng ( Jawa = cepat-cepot ), namun dalam perkembangannya tidak lagi di coreng-coreng tapi hanya dengan menggunakan kain penutup. Lagu yang dibawakan berbahasa Indonesia yang kurang sempurna dan bernafaskan Islami. 

5. Tari Bangilon

Hasil gambar untuk tari bangilon wonosobo

Tarian keprajuritan dengan kacamata hitam bulat sebagai ciri khasnya. Untuk mengiringi tarian mereka bernyanyi bersama-sama yang diambil dari kitab berjanji yang disadur sedemikian rupa. 

6. Kesenian Bundengan

Hasil gambar untuk kesenian bundengan wonosobo

Sebuah bentuk kesenian yang sudah sangat langka dan mungkin satu-satunya di Wonosobo atau bahkan di Indonesia, alat yang digunakan adalah sebuah Koangan ( Alat untuk Angon Bebek ) yang terbuat dari pelepah bamboo ( Clumpring = Jawa ) serta ijuk dan biasa digunakan untuk menyanyi penggembala ternak angsa, kemudian dalam perkembangannya bisa untuk mengiringi berbagai jenis nyanyian pop, dangdut, qosidah dan bahkan bisa mengiringi tarian lengger. 

7. Kesenian Tradisional lainnya

Di Kabupaten Wonosobo banyak terdapat kesenian tradisional lain yang jumlahnya mencapai 1000 lebih kelompok kesenian tradisional dengan aneka warna dan budaya yang sangat layak untuk dinikmati, memiliki jenis kesenian tradisional antara lain seperti : Badutan, Bambu Runcing, Bangilun, Bugisan, Cekak Mondol, Dayakan, Dagelan Punokawan, Madyo Pitutur, Panembromo, Pentulan, Srandul, Thek Ethek Kampling, Turonggo Baras dan lain sebagainnya yang sudah sangat langka tetapi masih tumbuh berkembang di Wonosobo. 

8. Benda Cagar budaya
Banyaknya benda cagar budaya yang tersebar dimana-mana di seluruh wilayah Kabupaten Wonosobo merupakan bukti nyata seperti Jalan setapak yang terbuat dari batu berundak menuju Dataran Tinggi Dieng yang disebut dengan “ Ondho Budho “.
Kemudian banyaknya tempat – tempat bersejarah dan candi-candi Hindu kuno yang menunjukan kejayaan Raja Sanjaya di masa lalu.

sumber : https://wijayadion004.wordpress.com/kesenian-khas-wonosobo/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s